Biografi
Lahir tepat setelah pergantian abad di Louisiana, Mantan mulai melarikan diri dari rumah pada usia 12 tahun untuk bergabung dengan sirkus dan pertunjukan kedokteran, hanya untuk dibawa kembali berkali-kali. Selama masa-masa ini ia mempertajam keterampilan komiknya dan mengembangkan rutinitas serta aksi yang akhirnya menjadi populer di panggung vaudeville, atau yang kemudian disebut "sirkuit chitlin". Sebagai pemain solo, ia sering bekerja sama dengan komikus terkenal lainnya (seperti Ben Carter) untuk terus berkarya, dan menjadi pemain yang cekatan dalam rutinitas "bicara tak terbatas", di mana dua komik quicksilver terus-menerus saling mendahului di tengah kalimat, seolah-olah membaca pikiran satu sama lain (yaitu, "Katakan, apakah kamu melihat...?" "Baru melihatnya kemarin...kelihatannya tidak begitu bagus"). Fokus Mantan secara bertahap mengalihkan keahliannya ke film, di mana ia awalnya muncul dalam peran budak (penyemir sepatu, kuli angkut, pelayan). Namun, bakatnya dalam membuat orang tertawa tidak bisa diabaikan dan dia segera mendapatkan status utama dalam parodi barat bergaya Harlem dan film komedi kelas "A" yang memerankan pelayan takhayul dan ketakutan yang lari dari segala jenis malapetaka yang akan datang.
Puncak karir Moreland dalam film datang dengan perannya yang berulang sebagai Birmingham, pengemudi yang gelisah, dalam serial "Charlie Chan", di mana dia selalu memperingatkan atasannya untuk menjauh dari kasus atau situasi yang jelas-jelas berbahaya. Meskipun rumah-rumah berhantu adalah tempat yang ideal untuk menampilkan karakter stereotipnya, Mantan akan dihantui dengan cara yang berbeda oleh kesuksesan Hollywood di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1950-an, sikap rasial mulai berubah dan, dengan bangkitnya gerakan hak-hak sipil, apa yang tadinya dianggap lucu kini ditafsirkan sebagai merendahkan dan menyinggung orang kulit hitam dan kulit putih. Mantan dan lainnya, seperti Stepin Fetchit, dikucilkan dan diejek oleh Hollywood karena penggambaran negatif mereka di masa lalu. Butuh waktu puluhan tahun bagi penonton untuk memaafkan dan generasi baru untuk melupakan komedi era Depresi Mantan Moreland agar sang aktor dapat kembali.
Pada akhir 1960-an ia berhasil bangkit kembali di TV dan iklan serta film sesekali, memungkinkannya bekerja lagi dengan komik kelas berat seperti Bill Cosby, Godfrey Cambridge, dan sutradara Carl Reiner. Namun, masa itu terlalu singkat bagi Mantan, yang sudah lama menderita penyakit, meninggal karena pendarahan otak pada tahun 1973, tepat ketika ia mulai menyesuaikan diri dengan popularitasnya yang baru. Saat ini, penonton cenderung lebih baik hati dan lebih memahami Moreland, mengingatnya sebagai komika sangat berbakat yang, dengan satu-satunya cara yang dia tahu, mendobrak hambatan besar dan membuka pintu bagi aktor kulit hitam lainnya untuk mengikuti.