Biografi
Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo, lebih dikenal dengan nama panggung Tio Pakusadewo (lahir 2 September 1963), adalah seorang aktor Indonesia. Ia telah memenangkan dua Penghargaan Citra untuk Pemeran Utama Terbaik di Festival Film Indonesia, untuk Lagu untuk Seruni (1990) dan Identitas (2008).
Tio lahir pada tanggal 2 September 1963 di Jakarta. Dia menunjukkan minatnya pada seni sejak usia dini, mulai menari saat di sekolah dasar. Di SMA ia aktif dalam kelompok teater sekolah, dan setelah lulus pada tahun 1985 Tio mendaftar di Institut Kesenian Jakarta. Selain itu ia bekerja sebagai model, dan pada tahun 1987 ia membuat debut filmnya dengan bermain sebagai lawan main Rano Karno dalam Bilur-Bilur Penyesalan, sebuah adaptasi dari novel karya Mira W.
Pada tahun 1988 Tio mengambil empat peran, termasuk satu di Catatan Si Boy II (Boy's Diary II), yang memberinya pengakuan nasional. Ketenarannya diperkuat melalui perannya dalam Cinta dalam Sepotong Roti karya Garin Nugroho, yang memenangkan Penghargaan Citra untuk Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1991. Pada tahun 1991 juga, Tio menerima Penghargaan Citra pertamanya untuk akting, atas perannya sebagai komposer eksentrik dalam Lagu Untuk Seruni.
Pada awal tahun 1990-an industri film dalam negeri mengalami penurunan tajam, dan Tio mulai fokus pada sinetron. Pada tahun 1993 ia mendirikan rumah produksi sendiri, Kalbuku, yang memproduksi beberapa serial, antara lain Desy (1994), Lakon Tiga Duda (Kisah Tiga Duda; 1994), Anak-Anak Menteng (Anak Menteng; 1996), Telaga Kesabaran (Danau Kesabaran; 1996), dan Tirai Sutra (Tirai Sutra; 1996). Perusahaan tersebut, meskipun awalnya sangat sukses, segera menghadapi masalah keuangan dan tutup; Tio pun mulai menghadapi kecanduan narkoba. Peran film fitur terakhirnya di milenium ini adalah dalam Kuldesak (Dead End), sebuah film indie yang disutradarai oleh Mira Lesmana, Riza Mantovani, Riri Riza dan Nan Triveni. Film ini dirilis pada tahun 1999.
Tio baru masuk kembali ke industri film pada tahun 2004, ketika ia memerankan "sugar daddy" dalam film Virgin karya Hanny Saputra. Peran film berikutnya dalam Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata adalah sebagai pelaku poligami yang takut pada keempat istrinya. Sejak 2007, Tio setidaknya tampil di dua film setiap tahunnya. Ini mencakup berbagai genre, termasuk film horor Legenda Sundel Bolong (Legend of Sundel Bolong; 2007), komedi Quickie Express (2007), drama Sang Penari (The Dancer; 2011), dan thriller Pintu Terlarang (The Forbidden Door; 2009).
Pada tahun 2010 Tio dianugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari istana Kesultanan Yogyakarta; dari mana dia diturunkan. Pada tahun itu juga ia mendirikan sekolah akting di Kemang, Jakarta Selatan, karena menilai kualitas aktor dan aktris pendatang baru Indonesia buruk. Sekolah tersebut mengajarkan metode akting yang dikembangkan oleh Tio sendiri.
Dari Wikipedia, ensiklopedia gratis