Biografi
Georges Franju adalah seorang pembuat film Perancis. Ia lahir di Fougères, Ille-et-Vilaine. Sebelum bekerja di bioskop Prancis, Franju memiliki beberapa pekerjaan berbeda. Franju juga sempat menjalani wajib militer di Aljazair dan diberhentikan pada tahun 1932. Sekembalinya, Franju belajar menjadi desainer set dan kemudian menciptakan latar belakang untuk gedung musik termasuk Casino de Paris dan Folles Bergère.
Pada pertengahan tahun tiga puluhan, Franju dan Henri Langlois bertemu melalui saudara kembar Franju, Jacques Franju. Selain membuat film pendek 16 mm Le Métro, Langlois dan Franju juga memulai majalah film berumur pendek dan mendirikan klub film bernama Le Cercle du Cinema dengan 500 franc yang ia pinjam dari orang tua Langlois. Klub menayangkan film bisu dari koleksi mereka sendiri yang diikuti dengan debat informal tentang film tersebut di antara para anggota. Dari Le Cercle du Cinema, Franju dan Langlois mendirikan Cinématheque Française pada tahun 1936.
Franju tidak lagi berhubungan erat dengan Cinématheque Française sejak tahun 1938, dan baru menjadi sangat terkait dengannya lagi pada tahun 1980-an ketika ia ditunjuk sebagai direktur artistik kehormatan Cinématheque.
Pada tahun 1949, Franju mulai mengerjakan serangkaian sembilan film dokumenter. Pendudukan Nazi di Paris dan industrialisme setelah Perang Dunia II memengaruhi karya-karya awal Franju. Dengan Head Against the Wall (Perancis:La tête contre les murs) pada tahun 1958, Franju beralih ke film layar lebar fiksi. Fitur keduanya adalah film horor Mata Tanpa Wajah (Perancis: Les Yeux sans Visage) tentang seorang ahli bedah yang mencoba memperbaiki wajah putrinya yang rusak dengan mencangkok wajah wanita cantik ke dalamnya. Filmnya tahun 1963, Judex, merupakan penghormatan kepada serial film bisu Judex dan Fantomas. Di tahun-tahun terakhir Franju, karya filmnya menjadi semakin jarang. Franju sesekali menyutradarai televisi dan pada akhir tahun tujuh puluhan ia pensiun dari pembuatan film untuk memimpin Cinématheque Française. Dalam studinya tentang sinema Prancis sejak gelombang baru Prancis, Claire Clouzot menggambarkan gaya film Franju sebagai "realisme fantastis yang menyedihkan yang diwarisi dari surealisme dan sinema sains Jean Painlevé, dan dipengaruhi oleh ekspresionisme Lang dan Murnau". Fokus Franju adalah pada aspek visual pembuatan film, yang menurutnya menandai seorang sutradara sebagai auteur. Franju mengaku "tidak memiliki bakat menulis cerita" dan fokus pada apa yang dia gambarkan sebagai "mewujudkan" film tersebut.
Franju juga sangat dipengaruhi oleh surealisme. Dia menggunakan unsur surealisme dan kejutan horor dalam filmnya untuk “membangunkan” penontonnya. Franju mempunyai sejarah persahabatan yang panjang dengan surealis terkenal termasuk Andre Breton, dan pengaruh gerakan ini sangat terlihat dalam karya-karyanya. Franju menggunakan elemen-elemen ini untuk menghubungkan horor, sejarah, dan komentar ironis mengenai cita-cita kemajuan modernitas. Franju dikutip mengatakan, “Kombinasi yang buruk, sintesis yang salah, yang terus-menerus dibuat oleh mata saat melihat sekeliling, itulah yang menghentikan kita untuk melihat segala sesuatu sebagai sesuatu yang aneh.”
Deskripsi di atas dari artikel Wikipedia Georges Franju, berlisensi CC-BY-SA, daftar lengkap kontributor di Wikipedia.